• Selamat Datang di Web Resmi Zainal, SE, M.M
Jumat, 17 April 2026

Wisata ke Pantai Bul-Bul

Wisata ke Pantai Bul-Bul
Bagikan

Berbagi Cerita Berwisata di Pantai Bul-Bul di BALIGE

Walaupun bukan merupakan agenda tahunan, dimasa pandemi tahun ini, kami beberapa orang Pengurus Jamaah Perwiritan Silaturrahim merencanakan kegiatan Rekreasi yang akan dilaksanakan pada Tanggal 12-13 Desember 2020 dengan tujuan Pantai Pasir Putih Balige (Berangkat Sabtu malam minggu Tgl.12 Desember 2020 dan Kembali Hari Minggu Tgl.13 Desember 2020)

Keberangkatan direncanakan dengan menyewa BUS Al Fazza Transport kapasitas 40 orang per BUS Full AC dengan biaya per orang Rp.100.000,- (termasuk tiket masuk lokasi wisata).

Tujuan Rekreasi yang kami laksanakan utamanya adalah untuk lebih menguatkan tali silaturrahim dan rasa kebersamaan khususnya bagi pengurus/anggota & keluarga besar Jamaah Perwiritan Silaturrahim.

Alhamdulillah,.. setelah beberapa waktu tertunda, akhirnya kesampaian juga rencana rekreasinya. Tepatnya pada Tgl.13 Februari 2021 sekitar pukul 22:05 Wib, Atas arahan dari sepuh kami Bapak Syahnan Purba yang meminta agar Ketua Jamaah Perwiritan Silaturrahim (Mas Iman) dapat memimpin doa mengawali keberangkatan kami untuk keselamatan selama dalam perjalanan dan sampai kembali kerumah dengan selamat. Usai berdoa, Bus Mercedes Benz yang kami tumpangipun  mulai bergerak menuju Pantai Bul-Bul di Balige melalui Jl.Danau Ranau menuju pintu Toll Jl.Megawati Binjai. Tepat dipersimpangan jalan yang mengarah ke pintu masuk gerbang toll Binjai, salah satu Roda Bus yang kami tumpangi seakan enggan untuk terus melaju berputar membawa kami menuju Balige. Ia berteriak Dorrr….. memberi tanda bahwa ia harus segera diganti dengan Roda cadangan yang selalu siap menggantikan. Mengetahui adanya salah satu roda Bus mengempis, Pak supir dengan sigap segera mengurangi kecepatan laju kendaraan dan mengarahkan ke tepi jalan untuk berhenti. Dibantu dengan sang kondektur yang juga selalu siap menemani pak Supir kemanapun, mereka segera mengganti roda yang berteriak Dorr… Sebagian besar kami nyaris tidak mengetahui jika salah satu roda bus ada yang pecah… Proses penggantian roda begitu cepat dan dari cara kerja pak supir dan kondektur sungguh mereka sudah sangat ahli.

Perjalananpun kami lanjutkan…

Khawatir kepada roda lainnya yang bisa saja ikut-ikutan enggan untuk terus melaju membawa kami ke Balige, ditambah lagi untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada seluruh penumpang agar tidak terlalu lama menunggu, pak supir berinisiatip untuk meminjam satu roda bus kepada rekan seprofesinya dan roda tersebut diposisikan sebagai cadangan dan didudukkan di ruang toilet bus. Akibatnya kami para penumpang yang merasa sepi alias sesak pipis harus menahan walaupun belum tentu bisa pipis di toilet Bus Mercedes Benz… hehehe….

Tiba di Parapat sekitar pukul empat, bus yang kami tumpangipun merapat di salah satu SPBU. Pak supir memang begitu piawai dan tahu betul keinginan kami dan memberikan kesempatan kepada seluruh penumpang untuk menitipkan air seninya masing-masing di toilet SPBU tsb. Karena jarak tempuh sudah tidak terlalu jauh, sambil menunggu waktu shubuh, kamipun bersepakat untuk melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 05:30 Wib kami tiba di Pantai Pasir Putih Bul-Bul di Balige. Suasana pagi cerah, didalam keremangan pagi kami berjalan menyusuri lokasi pantai bul-bul untuk menemukan pondokan tempat kami berkumpul. Sesampai di pondokan, kamipun segera berwudhu untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah diimami mas Iman.

Perlahan mentari mulai menampakkan diri, tanpa dikoordinir lagi, Ibu-ibu segera membuka perbekalan makanan yang sudah dipersiapkan untuk sarapan. Lontong Bumbu Kacang dicampur racikan daging ayam… heemmm…. nikmat betul….  Dengan hati-hati penutup tempat bumbu kacang dibuka…. hemmm tercium aroma berbeda… tak seperti biasanya, aroma bumbu kacang yang biasanya menggoda selera, kali ini sebaliknya… sayup-sayup terdengar suara  batin insting seorang Chef, panaskan…… panaskan…. Bergegas bu Sri memanaskan bumbu kacang,.. waktu sarapanpun  tiba, walau aroma tidak menggoda, sarapan tidak boleh tertunda. Sarapan Lontong Bumbu Kacang Judulnya.

Usai sarapan, Remaja dan anak-anak segera mempersiapkan diri untuk menikmati indahnya pantai bul-bul dengan pasir putihnya…

Anak-anak bermain air di tepian pantai bul-bul dengan air tawarnya, bermain ban, mengikuti Kakek Syahnan Purba memasang alat perangkap ikan (bu bu) namanya.

Wak udin tak mau ketinggalan, walau sendirian ia seakan tak perduli dan terlihat begitu menikmati air tawar Danau Toba… Remaja Masjid juga tak kalah gembiranya, ternyata mereka juga telah mempersiapkan bola untuk bermain. Diawali dengan bermain bola di hamparan pasir putih, dilanjutkan bermain dibibir pantai di air yang dangkal sampai berlomba mengayuh sampan hingga pukul 12:15 siang. Sekedar informasi, Khusus untuk anak Remaja Masjid, Pak Joko Basuki (Anggota DPRD Fraksi Gerindra) telah membantu biaya keberangkatan 50%. Terima kasih kami sampaikan kepada Pak Joko Basuki, semoga sehat dan sukses selalu, Aamiin….

Untuk Bapak-bapak,Ibu-ibu dan remaja putri, mereka disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Ibu Sri misalnya ; ia benar-benar menunjukkan profesinya, tidak hanya di lingkungan kita di Gg.Pacet, tapi di tempat wisata di pantai Bul-Bul pun bu Sri juga menjadi Tukang Masak alias Chef (bahasa kerennya). Dibantu ibu Nia dan ibu-ibu lainya mereka dengan sigap mempersiapkan menu untuk santapan makan siang sampai-sampai menikmati air tawar Pantai Bul-Bul pun hampir tidak ada kesempatan. Sementara Mas-Mas TO mempersiapkan menu Ikan Bakarnya dan dilanjutkan oleh Remaja.

Ayo penasaran siapa itu Mas-Mas TO ? hehehe….

  • Mas Pagiman PrabudianTO
  • Mas HerlianTO
  • Mas Hadi WasiTO

Sementara saya sendiri yang menulis cerita ini, sesaat harus merayu seorang gadis yang dari awal memang sudah enggan untuk ikut karena kondisinya kurang sehat. Karena dirayu oleh ibunya, akhirnya ia ikut juga. Begitulah naluri orang tua, Khawatir akan kesehatan anaknya, saya harus merayunya untuk minum obat. Sebagai orang tua begitulah seharusnya kita terus  berusaha tanpa bosan dengan sabar memberikan kasih sayang dan bimbingan kepada anak-anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dengan berbagai sifat dan karakternya agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik sesuai harapan kita sebagai orang tuanya. Tidak mau kalah dengan anak-anak dan Remaja, kami Bapak-bapak juga turun ke air, tak tanggung-tanggung, kami delapan orang menjajal pelampung berbentuk seperti pisang (BANANA) yang ditarik dengan Speed Boat.  Petualangan dimulai, setelah mengenakan jaket pengaman (pelampung);  Saya, Mas Iman, Mas Manto, Pak Purba, Wak Udin, Aldy, Yoga, dan Rizky menaiki BANANA,…… SERU….. Mas Herlianto dan Agung mengabadikan momen kami naik BANANA dari Speed Boat yang menarik kami…. Putaran Pertama dimulai…. setelah berputar beberapa saat, kamipun dihempaskan ke permukaan air…. Byurrrr……….. woowwww seru,,.. sebagian

kami tanpa sengaja terpaksa mencicipi lezatnya air tawar Danau Toba di Pantai Bul-Bul, tidak hanya melewati mulut, tetapi juga dari lubang telinga dan lubang hidung…. hahahhahaha……..Seru…..

Putaran Kedua kembali dimulai…. Dengan susah payah kami naik kembali ke atas BANANA,… setelah semuanya naik, Speed Boat mulai meraungkan gas nya. Nahkoda Speed Boat membawa kami ke arah yang menjauh dari bibir pantai…. sesaat kemudian ia memberi isyarat meminta ijin untuk menghempaskan kami ke permukaan air,… saya dan Mas Iman membalas isyarat penolakan,… akhirnya kami dibawa kembali mendekati bibir pantai dan dihempaskan kembali… Byurrrrrr…….. Kami pun terhempas… Salah seorang dari kami terpaksa harus mengundurkan diri dari team, mungkin karena faktor usia dan takut terlalu banyak menikmati lezatnya air tawar danau Toba…. sebagai pelepas dahaga ….hahaha….  Walaupun alasannya ; Untuk ambil bu bu katanya…. nek coyo….. hehehe….

Putaran Ketiga … terakhir… sepertinya kami sudah lebih mampu untuk menyesuaikan keadaan. Pada putaran ketiga ini kami semua merasa nyaman dan rasanya ingin mengulanginya lagi, tapi karena harus bayar lagi, kamipun mengakhiri ….. bukan tidak mampu… tapi tidak cukup doku, karena untuk yang lain masih ada yang perlu…. huhuhuhu…

Usai menikmati serunya dihempaskan dari atas pelampung berbentuk BANANA, kamipun meneruskan aktifitas masing-masing. Saya dan wak Udin seolah belum merasa puas, kamipun melanjutkan aktifitas dengan mengayuh sampan fiber seperti kano meneruskan sisa waktu sewa dari Remaja putri menyusuri tepian pantai Bul-Bul dan mencoba memeriksa bubu milik Pak Purba yang sebelumnya dipasang di dekat tiang Dermaga. Setelah kami periksa, ternyata bubunya tidak terlihat. Kami menduga kemungkinan sudah diambil orang. Dan ternyata dugaan kamipun benar, Ternyata bubu tersebut sudah diambil orang yang bernama Pak Purba, sang pemilik bubu. Hehehe….

Kami juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menikmati perahu fiber. Tiap anak diberi kesempatan untuk merasakan bagaimana mendayung perahu kecil seolah berlagak  seperti nelayan…. hemmm.. gaya…..

Walau belum waktunya makan siang, karena menu ikan bakar telah tersaji, sebahagian kami langsung menikmati kelezatan ikan bakar dengan bumbu khas ala gang pacet buatan Chef SRI.  

Dari bibir pantai tercium aroma ikan bakar yang begitu menggoda selera dan sayapun segera mengambil langkah menuju pondokan tempat kami berkumpul untuk ikut menikmati makan siang. Sesampainya di pondokan dan tanpa diminta; Mas Herlianto langsung menyampaikan informasi tentang hasil jepretan camera dan juga rekaman video dari handphone miliknya tentang keseruan kami menjajal BANANA. Ternyata hasil Jepretan camera dan rekaman video yang dilakukannya tidak terekam alias Nihil. Mendengar hal tersebut saya terdiam dan hanya berkata: “ ya sudah nggak apa-apa, itu artinya kali lain kita akan kemari lagi”… hehehe….

Sayangnya kami bukan artis yang bisa mengulang sebuah adegan yang dianggap tidak sesuai dengan arahan sang sutradara. Begitulah dalam kehidupan, terkadang kenyataan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebagai orang beriman, kita harus senantiasa berusaha  untuk bersabar atas kenyataan pahit yang terkadang kita alami, anggaplah itu sebagai ujian untuk lebih meningkatkan kualitas iman kita kepada Allah SWT.

Setelah menikmati makan siang, Remaja Putra kembali menikmati keceriaan. Pada sesi ini mereka seolah tak mau kalah dengan anak-anak dan menggunakan 2 (dua) perahu untuk berlomba secara bergantian layaknya atelit kano hingga hampir masuk waktu sholat zuhur.  Waktu sholat zuhur pun hampir tiba, kami meminta Sdr.Rizky (Ketua IRMASI) agar memberitahukan kepada anggota remaja agar segera bersiap-siap untuk melaksanakan sholat zuhur. Dan usai sholat zuhur, sesuai rencana yang

kami perbincangkan bahwa sekitar pukul 14:00 Wib kami akan meninggalkan pantai Bul-Bul menuju Binjai dengan terlebih dahulu berhenti di dua tempat berbeda yaitu di Kota Pematang Siantar untuk membeli oleh-oleh Roti Ganda sembari  menikmati Kopi Siantar (Ngopi sejenak) dan di Masjid Simpang Dolok Melangir untuk melaksanakan Sholat Maghrib dan makan malam.

Waktu sholat zuhur pun tiba, sebahagian kami (Bapak-Bapak & Remaja Putra) melaksanakan Sholat Zuhur di Musholla Suteja yang berada dilokasi wisata pantai Bul-Bul, sementara sebahagian Ibu-Ibu dan Remaja Putri melaksanakan Sholat Zuhur di Pondok tempat kami berkumpul. Sebahagian kami ada yang menjamak Sholat. Terkait dengan pelaksanaan Sholat Jamak, sekedar mengulang kaji;

Terdapat banyak keringanan (rukshah) sholat yang diberikan Allah SWT, salah satunya adalah saat seseorang sedang dalam perjalanan jauh/musafir. Keringanan tersebut berupa jamak untuk sholat fardu.

Hukum Menjamak Salat

Dalam Mazhab Hanafi telah dijelaskan bahwa hukum dalam pelaksanaan dan tata cara salat jamak tidaklah memiliki kekuatan hukum, baik dalam perjalanan ataupun tidak, dan dengan segala macam masalah kecuali dua kasus di Hari Arafah dan pada saat malam Muzdalifah dalam kondisi tertentu.

Sedangkan pada Mazhab Syafi dijelaskan bahwa pelaksanaan penggabungan salat diperbolehkan bagi para musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh dan saat hujan serta salju dalam kondisi tertentu. Dalil yang memperkuat diperbolehkannya penggabungan pelaksanaan salat adalah hadits dari Muadz bin Jabal: ” Bahwa Rasulullah SAW pada saat perang Tabuk, jika matahari telah condong dan belum berangkat maka menjamak sholat antara Dzuhur dan Ashar. Dan jika sudah dalam perjalanan sebelum matahari condong, maka mengakhirkan sholat Dzuhur sampai berhenti untuk sholat Ashar. Dan pada waktu sholat Maghrib sama juga, jika

matahari telah tenggelam sebelum berangkat maka menjama’ antara Maghrib dan ‘Isya. Tetapi jika sudah berangkat sebelum matahari tenggelam maka mengakhirkan waktu sholat Maghrib sampai berhenti untuk sholat ‘Isya, kemudian menjamak keduanya. “(HR. Abu Dawud dan At- Tirmidzi)

Ketentuan Sholat Jamak

Tidak setiap perjalanan yang ditempuh bisa diberlakukan sholat jamak. Ada beberapa syarat-syarat agar diperbolehkan melakukan sholat jamak. Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut:

  • Perjalanan tersebut bukan bertujuan untuk hal yang maksiat.
  • Jarak yang ditempuh minimal mencapai farsakh atau menurut beberapa pendapat ulama 80 KM, 80 KM, 64 KM, 94,5 KM.
  • Dilakukannya harus saat masih berada dalam perjalanan.
  • Dilakukan setelah keluar dari batas desa.

Pengertian Salat Jamak

Perlu kita ketahui sebelumnya, bahwa salat jamak merupakan salat yang dilakukan dengan mengumpulkan atau menggabungkan dua shalat wajib ke dalam satu waktu yang dikhususkan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau sedang bepergian.

Contohnya adalah seperti salat Dzuhur dengan salat Ashar, lalu salat Maghrib dengan Salat Isya. Adapun pasangan salat yang dapat dijamak yaitu salat Dzuhur dengan Ashar dan salat Maghrib dengan Isya. Tetapi khusus untuk salat Subuh tidak ada penggabungan.

Macam Salat Jamak

Jama’ Taqdim, penggabungan pelaksanaan dua salat ke dalam satu waktu dengan cara memajukan salat yang belum masuk waktu ke dalam salat yang telah masuk waktunya atau didahulukan di waktu awal.

Contohnya seperti tata cara salat dengan menggabungkan salat Ashar dengan salat Dzuhur yang dilakukan di waktu Dzuhur, kemudian penggabungan salat Isya dengan salat Maghrib yang dilaksanakan di waktu Maghrib.

Jama’ Ta’khir, penggabungan pelaksanaan dua salat dalam satu waktu dengan cara mengundurkan atau mengakhirkan salat yang sudah masuk waktu ke dalam waktu salat yang berikutnya. Contohnya seperti penggabungan pelaksanaan salat Dzuhur dengan salat Ashar pada waktu salat Ashar, atau pelaksanaan salat Maghrib dengan salat Isya di waktu salat Isya.

Syarat Untuk Melakukan Salat Jamak Taqdim

1. Niat jamak diletakkan pada waktu salat yang pertama
Salat jamak taqdim yaitu pada salat:

  • Salat Dzuhur dan Ashar dikerjakan dalam waktu Dzuhur
  • Salat Maghrib dan ‘Isya dikerjakan dalam waktu Maghrib

2. Muwalah atau Bersegera
Tata cara salat jamak taqdim hendaknya dilakukan antara kedua salat yang digabungkan tidak ada selang waktu yang dianggap lama.

Apabila dalam jamak terdapat pemisah atau renggang waktu yang lama seperti melakukan shalat sunnah, maka tidak diperbolehkan melakukan jamak.

3. Masih Menjadi Musafir dan Masih dalam Perjalanan
Tata cara salat jamak yang berikutnya adalah misal ketika sedang takbiratul ihram sampai salat yang kedua masih dalam waktu syarat sahnya orang menjamak.

4. Tertib

Jika musafir melakukan jamak salat dengan jamak taqdim, maka ia harus mendahulukan salat yang punya waktu terlebih dahulu. Contoh musafir akan menjamak salat Maghrib dengan salat ‘Isya, maka Ia harus mengerjakan salat Maghrib terlebih dahulu baru kemudian salat ‘Isya.

Syarat Sah Salat Jamak Takhir

1. Telah Berniat Melakukan Jamak Takhir
Tata cara salat jamak yang selanjutnya adalah apabila dalam waktu Dzuhur dan Ashar, sat Dzuhur kita sudah harus berniat untuk menjamak takhir salat Dzuhur dalam waktu Ashar. Jika pada waktu Dzuhur ia tidak berniat akan menjamak salat, maka jamak takhir dianggap tidak sah.

2. Masih Dalam Perjalanan saat Menjamak Salat
Contohnya adalah apabila sedang takbiratul ihram sampai salat yang kedua masih dalam waktu sahnya orang dapat menjamak.

3. Tertib
Jika musafir melakukan jamak salat dengan jamak ta’khir, maka ia harus mendahulukan salat yang punya waktu terlebih dahulu. Misal jika pada salat ‘Isya, maka musafir melakukan salat ‘Isya terlebih dahulu baru kemudian salat Maghrib.

Niat Salat Jamak Taqdim

1. Niat Salat Dzuhur jamak Taqdim dengan Salat Ashar
“Ushollii fardhol dhuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al ashri jam’a taqdiimi lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:”Aku niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat digabung dengan sholat Ashar jamak taqdim karena Allah Ta’aala.”

2. Niat Salat Maghrib Jamak Taqdim dengan Salat Isya
Ushollii fardhol maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’an ma’al isya’i jam’a taqdiimi lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:”Aku niat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat digabung dengan sholat Isya jamak taqdim karena Allah Taaala.”

1. Niat Salat Ashar Jamak Takhir dengan Salat Dzuhur
Ushollii fardhol ashri arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al dhuhri jam’a takhiir lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:”Aku niat sholat fardhu Ashar empat rakaat digabung dengan sholat Dzuhur jamak ta’khir karena Allah Ta’aala.”

2. Niat Salat Isya Jamak Takhir dengan Salat Maghrib
Ushollii fardhol isya’i arba’a roka’aatin majmuu’an ma’al maghribi jam’a takhiiri lillaahi ta’aalaa.”

Artinya:”Aku niat sholat fardhu ‘Isya empat rakaat digabung dengan sholat Maghrib jamak ta’khir karena Allah Ta’aala.”

Pengertian Salat Qashar

Berbeda dengan salat jamak yang digabungkan, salat qashar memiliki arti meringkas. Rukshah salat qashar adalah meringkas 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Contohnya salat Dzuhur dikerjakan 2 rakaat, begitupun salat Ashar dan Isya.

Namun perlu diingat hanya salat dengan jumlah 4 rakaat yang boleh di Qashar. Maka dari itu, anda tidak diperbolehkan untuk meng-qashar salat subuh dan maghrib.

SesudahnyaPeresmian Masjid SILATURRAHIM
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar menunggu moderasi admin.

comprar rifaximin en chile, Senin 18 Agu 2025

how to buy rifaximin generic ireland

cheap rifaximin generic new zealand

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

get avodart retail price, Senin 18 Agu 2025

buy avodart New York city

purchase avodart generic uae

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

online order itraconazole canada cost

order itraconazole canada with no prescription

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

purchase gabapentin generic does it works

how to buy gabapentin us pharmacies

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

buying flexeril cyclobenzaprine generic india

cheapest buy flexeril cyclobenzaprine canada discount

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

indian pharma androxal, Minggu 17 Agu 2025

cheap androxal no prescription mastercard

get androxal no rx needed

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

acheter kamagra sans rx, Minggu 17 Agu 2025

achat kamagra prescrire united nations medicament

generique kamagra pharmacie distribuer produits

Balas

Komentar menunggu moderasi admin.

MyBlog, Kamis 14 Agu 2025

itstitle

excerptsa

Balas